POHON TEMBAGA dan ASAL MULA BANYUMAS

Berita Terkini

↑ Grab this Headline Animator

Pohon Tembaga 1

pohon tembaga 2

Sepintas lalu pohon ini tampak seperti pohon biasa, namun demikian bila anda cermati lebih dekat secara langsung pohon ini mempunyai warna yang khas coklat kekuningan layaknya logam tembaga.

Pohon ini merupakan “prasasti” hidup sejarah Banyumas, karena menurut babad dan cerita sejarah Banyumas dari sini titik tonggak sejarah dimulainya / dibangunnya Kabupaten Banyumas . Pohon ini terletak di daerah yang pertama kali dibangun sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas di hutan Mangli daerah Kejawar dan sekarang terletak di Desa Kalisube
Grumbul Mangli, Kecamatan Banyumas.

Tempat awal pemerintahan dan nama Banyumas.
Menurut penelitian, maka hutan Mangli daerah Kejawar sebagai tempat pertama dibangunnya pusat pemerintahan Adipati Wargo Oetomo II (Djoko Kahiman / Adipati Mrapat) setelah meninggalkan Wirasaba.
Menurut riwayat yang juga dipercayai masyarakat, beliau menerima wisik
supaya pergi ke suatu tempat tumbuhnya pohon Tembaga. Di hutan Mangli inilah diketemukan pohon Tembaga yang dimaksud ; yaitu di sebelah Timur pertemuan sungai Pasinggangan dan sungai Banyumas. Kemudian mulailah dibangun tempat tersebut sebagai pusat pemerintahan dengan dibiayai oleh Kjai Mranggi Semu di Kejawar.

Ketika sedang sibuk-sibuknya membangun pusat pemerintahan itu, kebetulan
pada waktu itu ada sebatang kayu besar hanyut di sungai Serayu. Pohon tersebut namanya pohon Kayu Mas yang setelah diteliti berasal dari Desa Karangjambu (Kecamatan Kejobong, Bukateja, Kabupaten Purbalinga), sekarang sebelah timur Wirasaba. Anehnya kayu tersebut terhenti di sungai Serayu dekat lokasi pembangunan pusat pemerintahan. Adipati Marapat tersentuh hatinya melihat kejadian tersebut, kemudian berkenan untuk mengambil Kayu Mas tersebut untuk dijadikan Saka Guru. Karena kayu itu namanya Kayu Mas dan hanyut terbawa air (banyu), maka pusat emerintahan yang dibangun ini kemudian diberi nama Banyumas (perpaduan antara air (banyu) dan Kayu Mas)).

Riwayat singkat Raden Djoko Kahiman (Adipati Marapat).

Riwayat Djoko Kahiman atau Raden Djoko Semangoen adalah putra Raden Harjo Banjaksosro Adipati Pasir Luhur yang sejak kecil diasuh dan diambil anak angkat oleh Kjai dan Njai Mranggi Semoe di Kejawar. Kjai Mranggi sebenarnya namanya adalah Kjai Sambarta dan Njai Mranggi adalah Njai Ngaisah.
Setelah Raden Djoko Kahiman dewasa lalu mengabdikan dirinya pada Kjai adipati Wirasaba yang bernama Adipati Wargo Oetomo I dan akhirnya Raden Djoko Kahiman menjadi menantu Wargo Oetomo I, dinikahkan dengan putri sulungnya yang bernama Rara Kartimah.

Suatu ketika Adipati Wirasaba mendapat titah Sultan agar mempersembahkan salah seorang putrinya untuk dijadikan garwa ampean. Oleh Sang Adipati dipersembahkan putri bungsunya yang bernama Rara Soekartijah, yang pada masa kecilnya pernah dijodohkan
dengan putra saudaranya yaitu Ki Ageng Tojareka, namun setelah dewasa Rara Soekartijah menolak untuk berumah tangga dan bercerai sebelum berkumpul.

Sakit hati Ki Ageng Tojareka kemudian membuat fitnah yang menyebabkan murka Sultan Pajang dan menyuruh Gandek supaya membunuh Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang tanpa penelitian terlebih dahulu. Tetapi sesudah diteliti menyesallah Sultan Pajang, kemudian menyuruh Gandek untuk menyusul Gandek terdahulu supaya membatalkan rencana membunuh Adipati Wargo Oetomo I, namun sudah terlambat. Tempat terjadinya di Desa Bener, maka Adipati Wargo Oetomo I juga terkenal dengan sebutan Adipati Sedo Bener, sedangkan makam beliau di pasarehan Pakiringan, sebelah timur kota Banyumas, sekarang masuk wilayah  Purworejo Klampok.
Penyesalan Sultan Pajang kemudian menitahkan memanggil putra Adipati Wirasaba supaya menghadap ke Kesultanan Pajang, namun semua putra Wargo Oetomo I tidak ada yang berani menghadap, akhirnya dengan jiwa heroik dan patriotis karena anggapannya akan dibunuh juga, berangkatlah Raden Djoko Kahiman menghadap Sultan Pajang. Di luar dugaan Raden Djoko Kahiman malah diangkat menjadi Adipati Wirasaba VII dengan gelar Adipati Wargo Oetomo II untuk menggantikan Adipati Wargo Oetomo I yang telah wafat karena kesalahpahaman. Sultan Pajang memberikan segala kebijaksanaan Kadipaten Wirasaba kepada Wargo Oetomo II.
Dengan kebesaran jiwanya Adipati Wargo Oetomo II tidak ingin mementingkan dirinya sendiri (mukti sendiri), karena beliau adalah anak
mantu, maka mohon restu agar diperkenankan untuk membagi daerah
kekuasaan Wirasaba menjadi 4 daerah.

Menurut penelitian dan hasil seminar, hari, tanggal, bulan, tahun diangkatnya Raden Djoko Kahiman menjadi Adipati Wirasaba VII yang bergelar Adipati Wargo Oetomo II adalah : Jumat Kliwon, tanggal 12
Rabiul awal 990 H bertepatan dengan tanggal 6 April 1582 M.
Sekembalinya dari Pajang maka Raden Djoko Kahiman yang telah
diangkat menjadi Adipati Wirasaba VII, beliau membagi daerah
kekuasaannya menjadi empat, yaitu :
1. Banjar Pertambakan diberikan kepada Kjai Ngabehi Wirojoedo.
2. Merden diberikan kepada Kjai Ngabehi Wirokoesoemo.
3. Wirasaba diberikan kepada Kjai Ngabehi Wargowidjojo.
4. Sedangkan beliau merelakan kembali ke Kejawar dengan maksud
mulai membangun pusat pemerintahn yang baru.

Berdasarkan penelitian sejarah ditetapkan Hari  Jadi Kabupaten Banyumas adalah hari Jumat Kliwon, tanggal 12 Rabiul awal 990 Hijriyah bertepatan dengan 6 April 1582 Masehi. (sumber : sejarah Banyumas)

Berita Terkini

↑ Grab this Headline Animator

About these ads

68 gagasan untuk “POHON TEMBAGA dan ASAL MULA BANYUMAS”

  1. fotone kang de akeih tolih dadi maen….. dadi tambah menarik aya kuwe…. anu aya kiye baen…. jajal depotreti sing akeh tentang pohon kue… oya jere ora mung neng kono thok loh, jajal rika marani meng Grumbul Bonjok beh ana koh…

  2. aja nganti wong banyumas malah bingung angger de takoni nang wong daerah liyane babakan asal mula banyumas, kang tulung tambahi maning crita2 banyumas kaya Adipati Mruyung dll, sukur2 genah antara Raden Joko Kaiman karo Adipati Mruyung kuwe uripe disit sapa, jamane bareng apa ora?Trus Wali sanga ana apa ora sing tau tekan Banyumas nggo syiar, masalahe kuwe penting juga amarga sebagian wong Banyumas kan Islam, matur nuwun.

  3. ipat-ipat wonh banyumas nek dina setu paing ora kena mbarang gawe, mangan iwak banyak, gawe omah bale malang lsp… digenahaken maning kang… go nambah wawasan….kayaniku..!! kesuwun…

  4. Ceritane apik mas, o ya tau krungu ora neng desa cikakak , wangon ana penemuan patung budha, tulung mas ngger ana britane siki kayangapa, muatna ya, terus maning , masjid saka tunggal cikakak jarene gaweane wali sanga ya? Matur nuwun.

  5. saya senang dapat informasi ini. soalnya selama ini yang saya dapatkan cerita dari orang2 tua dulu banyumas itu berasal dari sebuah kisah perjalanan gerombolan oranag orang yang membawa emas begitu banyak yang melewati sungai serayu. kaarena terjadi musibah sehingga perahu yang memuat orang orang dan harta benda diantaranya emas yang begitu banyak, akhirnya tumpah. maka banyu itu air sungai, dan mas adalah emas yang hanyut ke dasar sungai serayu. terimakasih sekali lagi untuk informasi ini. untuk benarnya semua cerita kita serahkan saja kepada GUSTI ALLAH SWT. bukan begitu, kang????? nuwun….

    1. aku tanya letak makam adipati pasir luhur dimana ? inyong bingung. inyong mau kesana bsk pagi. tolong inyong cepat beritahu.

  6. Inyong jan yakin kangen bgt kro banyumas. Pa maning anggr kemutan mbyen nang dsa inyong. Dsa plana pas ketiga dawa nganakna leng.leng.guleng. Ana sing madani trus d oyok siwur jan. Banyumas I love u forever

  7. Ketika SD aku pernah diajak guruku ke makam Wargo Oetomo I di desa Pakiringan Klampok. Menurut cerita, mengapa Adipati Wirasaba dimakamkan diKlampok karena saat itu sungai Serayu sedang banjir besar sehingga tidak bisa untuk menyeberang ke Wirasaba (Klampok dan Wirasaba bersebelahan dan dipisahkan oleh sungai Serayu) oleh karena itu beliau dimakamkan tepat ditepi sungai Serayu. Berkunjunglah ke Klampok dan ziarah ke makamnya. Didinding makan tertoreh sejarahnya.

  8. letak makam adipati wirasaba di grumbul pekiringan, desa klampok, banjarnegara
    dari pertigaan klampok ke barat – pengkol ke utara

  9. inyong ya cilikane nang purwokerto…jan saiki pangling tekan kana..yah..nek ana sing ngerti sejarah..kon uri-uri..

  10. Assalamu’alaikum wr wb.
    Kesuwun banget crita Banyumase. Nyong asline ya Banyumas, wis lawas ninggalaken Banyumas, mung aben badan utawa kesempatan2 tertentu balik Banyumas.
    Desaku aran Pekunden, ya pas batiane Kalisube lan Pesinggangan. Wit tembaga kuwe ya nyong tau ndeleng, mung critane tembeke kiye olih madan kumplit. Jan sepisan maning kesuwun banget. Oh ya Kang Rosyadi, ……. apa situs kuwe ana hubungane karo makam lawas sing nang Dawuhan. Seliyane kuwe aben Muludan ana acara ngumbah pusaka, apa kuwe ana gandeng rapete karo sejarah Banyumas?. Nuwun sewu lah, nyong sing bocah Pekunden malah takon karo njenengan. Njenengan si asline ngendi?
    Oh ya Kang, ………….. apa kayumas sing nggo gawe saka mau dadi saka gurune Kadipaten Banyumas? Sing dong Kadipaten Banyumas pindah mring Purakerta, kudu muter sebab ora olih nyabrang brug lor Kali Srayu.
    Nuwun,
    Wassalamu’alaikum wr wb

  11. jan joz pisan critane ternyata nang banyumas pertama x ana kerajaan tp siki jan ilang ya langka peninggalan kratone.

  12. Dadi critane kykuee. Iyong nembê ngerti maturnuwun says àsli bobosan purwokerto gañu. Sekolah smea grendeng. 1973

  13. inyong tau maca nang google nek klenteng sing nang pasar wage ganune iya bekas keraton, denen sing dadhi pasar siki ganune iya alun-alune kuwe, mulane nganti siki ana kebon dalem, kampung kejawar, kauman lama. jare maning nang desa arca winangun ana peninggalan candi kuna, tapine watune dienggo gawe brug kali pelus nang pemerintah kolonial belanda. Ana maning ceritane asal usule daerah kalibakal, ya kuwe maune arep gawe kali kanggo nyalurna banyu sekang kali pelus tapine magel, ora didhadekna , ya kuwe dadhi diarani kalibakal. Priwe mas nek topik kuwe di bahas lewih gayeng maning… kesuwun…

  14. walaupun aku pas cilik sering ribut karo tangga desa, tapi banyumas adalah ibu pertiwiku, cintaku pada banyumas seperti cintaku pada orang tuaku. dadi kangen kpengin bali lah jan………..

  15. Wah…. ternyata blognya pak imron ikih….
    banyak banget informasinya dari sini. nyasar sampai di blog ini gara2 info asal mula wong banyumas – ajibarangwetan.

    ditunggu tulisan2 yang luar biasa dari tangan dinginnya pak imron. salam silaturahmi pak…

  16. owh… sekaline nenek moyange dewek iku asale sekang kutai kaltim ya kang.
    Nyong nembe ngerti kye kang & kesuwun infone ya dadi nambahi wawasanku sing siki wis ora duwe jawa, lantaran wong tuaku wis manggon netep nang kaltim…

  17. Aku wong kejawar iki,,, seneng banget umahe nang kejawar,,, perek makam mbah mranggi pula,,
    aku bangga aku tresna Banyumas selawase,,,,

  18. Jen tembe ketemu …babad banyumas, wis tuwa nembe olih gambaran matur kesuwun ya kang…, inyong asli banyumas, tapi lagi nggolet pangan nang bali,…sedulur sedulur kabeh nang bali akeh banget.malah wis gawe paguyuban Seruling Mas, ( Seruan eling banyumas ) pokoke Banyumas Oye…

  19. jan is the best lah jadi wong banyumas meski nyong ket cilik babar blas ora ngerti sejarahe,nyong asli wong rawalo 20 km dari purwokerto (siki pindah nang jatilawang 7 km dari rawalo) ning siki wis jadi wong bogor..nyong kangen banget masa cilik ganu sering keburan nang kali serayu perek jembatan lengkung 5,jan kangene nganti pengen bali koh..oya kang rosyid sejarahe rawalo rika ngerti ora ya…?

  20. jan is the best lah jadi wong banyumas meski nyong ket cilik babar blas ora ngerti sejarahe,nyong asli wong rawalo 20 km dari purwokerto (siki pindah nang jatilawang 7 km dari rawalo) ning siki wis jadi wong bogor..nyong kangen banget masa cilik ganu sering keburan nang kali serayu perek jembatan lengkung 5,jan kangene nganti pengen bali koh..oya kang rosyadi sejarahe rawalo rika ngerti ora ya…?

  21. kalisube always..inyong hadir..melu mrinding lan terharu jebule wit tembaga nang kidul umahku dadi saksine kotaku..

  22. kulo asli klampok, tapi bapake kulo kalih mbah-mbah kulo asli kedjawar, tapi nembe ngertos babad banyumas sing radi detil seniki-seniki. matur nuwun sejarahe migunani, kulo dados ngerti. salam paseduluran sedoyo kemawon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s