Mengutamakan kepentingan Pribadi dan Golongan diatas Kepentingan Bangsa dan Negara

Kalau anda menuliskan kalimat seperti judul diatas saat menjawab soal di ujian sudah dipastikan jawaban anda adalah ….  SALAH !!!

“Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan..”

Begitu kurang lebih penggalan kalimat yang masih inyong ingat ada saat pelajaran PMP waktu di SD dulu.. Pancasila sila keberapa ..butir keberapa … tepatnya lupa inyong….

Bagus betul ya .. rangkaian kalimatnya.. maknanya pun sungguh dalam.. Kedalaman makna kalimat tersebut saat ini rasanya begitu hambar,masalahnya adalah pada saat kita menanyakan lagi kalimat di atas ..

Mengutamakan Bangsa yang sebelah mana atau negara yang sebelah mana ya…??

Pada masa orde baru jargon ini sungguh sangat ampuh untuk menjaga persatuan dan kesatuan di negeri ini. Demi kepentingan bangsa dan negara setidaknya “bangsa dan negara” versi penguasa jargon ini membuat masyarakat berpikir dan bertindak mementingkan kepentingan bersama, mesklipun dalam tataran elit kepentingan bersama itu bisa ditafsirkan sebagai kepentingan penguasa.

Sungguh kasihan ungkapan yang begitu bagus sekarang boleh dikatakan hampir tidak pernah terdengar di bumi Indonesia ini..

Masih ampuhkah jargon ini di era Indonesia yang multi tafsir ini ? Wah sepertinya tidak seampuh dulu dech ..Soalnya menyamakan persepsi di era sekarang sepertinya sulit. Kepala manusia Indonesia saat ini sudah punya pikiran seniri-sendiri, punya pandangan sendiri, punya orientasi sendiri-sendiri..

Beberapa waktu lalu pada saat ramainya kampanye Pileg di TV sebuah Partai Politik mengiklankan bahwa partai tersebut mementingkan kepentingan bangsa dan negara bila dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan golongan dan tidak mengklaim keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan partai tertentu saja.. nyatanya partai ini juga tidak laku dan hasil pemilu kemarin merosot perolehan suaranya..

Apakah itu pertanda bahwa jargon kepentingan bangsa dan negara lebih diutamakan dibanding kepentingan pribadi dan golongan sudah tidak laku lagi sekarang ?

Mungkin gambaran yang ideal dari jargon di atas adalah saat Dwitunggal Soekarno-Hatta memimpin negeri ini di awal kemerdekaan negeri tercinta ini. Kala itu tatkala Indonesia muda masih belum punya apa-apa, saat itu kita lihat para pendahulu kita begitu antusias dan menjunjung tinggi kepentingan rakyat di atas segalanya…

Namun sekarang bila kita lihat sekarang, seolah elit-elit Indonesia alias selebritis politik yang sering muncul di tv saat ini terlihat alot dan terkesan alot memperjuangkan kepentingan Partai dan golongan tertentu, koalisi yang berbau kepentingan, dan sekali lagi kepentingan rakyat seolah terlupakan..

Eeeh ………………………………kepentingan rakyat yang mana dulu ya :P

Menentukan calon pasangan pemimpin di negeri ini tampaknya susah amat ya, apa karena terlalu banyak kepentingan ya ???

Mungkin kita perlu sekali lagi belajar sama binatang … lihat aja foto pasangan Presiden dan Wakil Presiden dari negeri binatang berikut …..

fr8

Foto Presiden dan Wakil Presiden Negeri Ragunan

fr2

Koalisi mesra antara Partai Kodok dan Partai Tikus

About these ads

6 thoughts on “Mengutamakan kepentingan Pribadi dan Golongan diatas Kepentingan Bangsa dan Negara”

  1. Harusnya belajar dari Negeri Binatang, betapa mudah berpasangan meski beda cluster. Mestinya koalisi juga sesimple ngeblog, ngomong trus jadian.
    Kalau kepentingannya banyak ya mumetz juga nyari pendamping. eh penting buat siapa ya?? Bener juga tuh.

    Percobaan okulasi pohon kelapa dengan pohon tomat, ada yang tahu hasilnya?

  2. langsung tembak saja. deh : contoh dalam kehidupan nyata sekarang ini : jusuf kalla lebih senang kunjungan ke rumah megawati & nyari temen koalisi dari pada ngurusin negara,,padahal dia masih menjabat sebagai wakil presiden… rapat kabinet aja dia nggak dateng… ego nya aja yg di pentingin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s