Trend Center Aplikasi NANDA-I, NIC, NOC di rumah sakit

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 13 Maret 2008 kita diundang sebagai pembicara pada seminar yang dilakukan PPNI Grobogan di RSU Purwodadi. Acara tersebut digagas oleh PPNI Kab. Grobogan sebagai rangakian Ulang Tahun PPNI yang tepatnya pada tanggal 17 Maret beberapa waktu lalu yang kita kinal sebagai “Indonesian Nursing Day”.

Pada kegiatan tersebut selain acara seremonial ulang tahun PPNI, juga dilakukan seminar dengan dua topik yang berbeda, yaitu “Standarisasi, Sertifikasi, dan Legislasi perawat” dengan pembicara dari PPNI Jawa Tengah dan “Proses keperawatan berbasis NANDA, NIC, NOC” dengan pembicara dari RSU Banyumas.

Hal yang menarik dari kegiatan tersebut adalah ternyata gaung NANDA, NIC, NOC yang pertama kali di kumandangkan oleh PSIK UGM sekitar tahun 2005 sampai saat ini masih belum semua perawat mengenal meskipun untuk mendengar istilah NANDA,NIC,NOC sudah sering mendengar akan tetapi bagaimana mengaplikasikannya masih merupakan suatu hal yang membuat penasaran. Continue reading “Trend Center Aplikasi NANDA-I, NIC, NOC di rumah sakit”

Iklan

Aplikasi praktis NANDA NIC NOC secara manual (1)

free full text artikel , disampaikan pada seminar Aplikasi Proses Keperawatan NANDA,NIC, NOC di RSU Purwodadi Grobogan tgl 13 Maret 2008

APLIKASI NURSING CARE PLAN / DOKUMENTASI KEPERAWATAN BERBASIS NANDA, NIC, NOC DI RSUD BANYUMAS

IMRON ROSYADI,Ns

I. PENDAHULUAN

Perkembangan profesi kesehatan di Indonesia semakin hari terasa semakin berkembang dengan pesat. Keperawatan sebagai bagian dari profesi kesehatan yang ada di Indonesia tentunya tidak mau kalah dan terus untuk meningkatkan diri dan semakin meningkatkan eksistensi dan peranannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Seiring dengan di undangkannya UU tentang praktek kedokteran, profesi Keperawatan semakin dituntut untuk bisa menunjukkan bentuk dan eksistensi keperawatan sebagai profesi mandiri dan tidak seperti anggapan sebagian masyarakat kita yang memandang perawat sebagai profesi yang “mengekor” profesi lain.

Saat ini kita sering mendengar lontaran pertanyaan yang kadang menggelitik kita, pertanyaan yang klasik adalah apa kontribusi nyata perawat dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat ? Pertanyaan yang sedemikian mendasar ini terkadang membuat kita menjadi emosional, mengapa ? Secara fakta di Puskesmas, di Rumah Sakit bahkan dalam kondisi bencana perawat adalah orang yang paling banyak berinteraksi dengan pasien, berinteraksi dengan masyarakat dan jelas sekali peranan perawat dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat akan tetapi masih belum dianggap oleh sebagian orang mungkin karena ketidaktahuan ataupun tidak mau tahu dan perawat masih dikatakan sebagai profesi yang melakukan tindakan karena intruksi atau perintah profesi lain bahkan kita dianggap melakukan pekerjaan profesi lain.

Pertanyaan di atas ternyata tidak hanya dirasakan di Indonesia, pertanyaan serupa juga muncul di belahan dunia yang lain di Amerika misalnya. Pada pemberian asuhan kesehatan sebagian besar asuhan yang diberikan adalah asuhan keperawatan. Namun demikian dampak asuhan keperawatan masih kurang diperhitungkan (Mc. Closkey & Bulecheck, 1996).

Pertanyaan yang sering dilontarkan terkait dengan asuhan keperawatan adalah sejauh mana tindakan keperawatan dapat mencegah atau mengatasi masalah pasien? Apakah tindakan keperawawatan memberi dampak pada mutu asuhan kesehatan? Pertanyaan ini semakin muncul dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam menilai cost effectiveness pelayanan kesehatan (Gordon, 2001) Bahkan dalam INA DRG (Diagnostic Related Group versi Indonesia) yang sedang dikembangkan oleh Departemen Kesehatan komponen pembiayaan pasien berdasarkan diagnosa medis serta tindakan medis yang diberikan dan belum mencantumkan komponen tindakan dari perawat maupun profesi penunjang lain.

Pertanyaannya apakah dengan mengaplikasikan NANDA, NOC dan NIC dapat menjawab fenomena tersebut di atas ? Continue reading “Aplikasi praktis NANDA NIC NOC secara manual (1)”