Holistic Nursing ala RSU Banyumas

Bicara tentang konsep holistic dari dulu perawat telah lama mengenal. Dalam literatur keperawatan dikatakan perawat memandang manusia sebagai makhluk yang utuh bio,psiko, sosio, spiritual. Karena konsep yang dibahas cukup luas teman saya ada yang memplesetkan sebagai “ipolesosbudhankamrata”nya perawat. Saking luasnya jangkauan yang “harus dijangkau” oleh perawat bahkan ada yang bersikap skeptis, apa iya perawat bisa mengintervensi hal tersebut semua ?

Kembali ke …. judul “Holistic Nursing” apa itu ? Bila kita googlinggooglingggg sampai pusing banyak konsep yang merujuk ke holistic nursing. Secara simpel ternyata dalam holistic nursing kita mengenal konsep mind, body, and spirit (soul). Artinya kurang lebih bahwa intervensi kita kepada pasien mestinya meliputi hal yang utuh dari seorang manusia yang terdiri dari Mind (pikiran, gagasan, cara pandang, filosofi, pengetahuan, dsb) Body ( meliputi tubuh manusia secara anatomis, fisologis, patologis, dsb) dan Spirit / Soul ( semangat, spiritual, religi, motivasi, harapan, kasih sayang, dsb)

Kita coba instrospeksi pada diri kita, sudahkah kita ( kita ?…… elo aja kali …?? :D) melakukan intervensi ke pasien secara holistik. Apabila kita hanya merawat pasien untuk mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan keluhan fisik saja dan tidak peduli dengan keluhan pasien yang terkait dengan mindnya atau spiritnya tentunya kita belum dapat dikatakan merawat pasien secara holistik. Atau kita melakukan intervensi-intervensi selama ini banyak menggunakan berupa intervensi yang “konvensional”  pernahkah kita berpikir untuk mengatasi masalah pasien menggunakan pendekatan yang lain, alternative, komplementer ? Ngomong-ngomong soal “alternative”, jangan apriori dulu jangan berpikir.. ah dukun. Istilah komplementer saat ini lebih populer, ada komplementari medicine kalau di keperawatan lebih terkenal sebagai holistik nursing.

Sebagai contoh pasien nyeri intervensi kita yang bersifat ke arah body adalah pemberian analgetik, kalau kita berfikir bahwa untuk nyeri bisa juga diintervensi dengan intervensi ke arah mind pasien, sebagai contoh yang sederhana mengajarkan relaksasi bahkan sampai hypnosis, bahkan secara spirit ada intervensi yang bisa kita lakukan misalnya dengan doa, mantram repeatasi, bio energy, dsb.

Holistic nursing di rumah sakit ? ya itu yang coba kita kembangkan di tempat kita. Ada beberapa langkah yang kita tempuh, tentunya mengenalkan konsep holistic nursing itu apa, kemudian kita mengadakan workshop tentang intervensi modalitas untuk holistic nursing. Kita mulai dari hypnotherapy, kemudian yang terakhir therapeutic thouch dengan pendekatan bio energy reiki.

Yang menarik dari kegiatan tersebut adalah konsep holistik nursing tersebut menggunakan narasumber yang berasal dari perawat. Basic Hypnotherapy kita berguru kepada Pak Lelik, SKp praktisi holisitc nursing dari Semarang, sedangkan Bioenergy kita berguru kepada Nurhefy,SKp, VMG seorang praktisi Vajra Master dari reiki G Tummo dan Master Ushui mahasiswa S2 Keperawatan UI Jakarta.

Berikut foto beberapa kegiatan pengembangan holistic nursing di RSU Banyumas

foto workshop therapeutic touch : bioenergy, reiki  

Foto : Workshop Holistik Nursing pada kegiatan Nurse Day di RSU Banyumas

 

 

 

 

 

10 pemikiran pada “Holistic Nursing ala RSU Banyumas

  1. kenapa perawat belum menggunakan “jurus” holistic nursing ?, jawabnya gampang saja, gitu aja kok repot!!!!!!!!……………..
    karena “suhu-suhu” pada perguruan kita belum “nyerempet-kan” istilah itu, iya kan?, coba perguruan mana pencetak mahluk yang bernama “perawat” ini yang sudah mengenalkan?, tak kenal maka tak sayang, iya to?,kita itu susah untuk bisa kreatif sendiri mikirin mau ngasih apa untuk kesembuhan pasien, selain obat telan, suntik, gosok atau banter-banternya nyunat?. Budaya orang indonesia itu sudah terpatri bahwa kalau pengin sembuh itu ya di suntik. titik!. budaya itu penting dlm keperawatan, itu kata mbah leininger, iya tho? percaya gak?.Terus ilmu-ilmu di holistic nursing itu kalau mau diterapkan perlu waktu banyak, tidak cukup 3 – 5 menit, sementara sedulur-sedulur kita kalau dines itu cuma berdua dan pasiene akeh, kapan rampunge?sementara pasien dirumahnya sudah keburu ngantri minta disuntik, minta disunat, trus stok obat dirumah juga semakin banyak, priwe jal?angel mbok?!…kenape musti cari alternatif nyang laen, kalau obat di rumah juga ada?
    Dan kalau ada teman kita yang kreatif mendalami ilmu hypnotis itu memang karena kapasitas otaknya yang nggragas, tapi flash disk saya yang mati pun tidak bisa dihidupkan lagi dengan hypnotisnya????
    hidup perawat indonesia, kita bertemu di senayan 12 mei 2008, jangan lupa sangu dewek-dewek….

  2. banyak guru kita yang tdk tahu holistik secara benar karena terlena dunia kedokteran/pengobatan konvensional atau mereka sendiri jangan-jangan nggak paham dunia perawat itu sendiri. Kalo mau maju ya jangan cuma ikut arus. Kata mister Lelik waktu ngajar hipnosis : tidak ada yang salah dengan nakes yang pake obat maupun tidak untuk sembuhkan pasiennya, karena pada dasarnya semua itu adalah pilihan masing-masing, tiap orang bertindak atas dasar modal di pikirannya sendiri2. Yang penting tujuannya sama, membuat kualitas hidup klien lebih baik. gitu beliau bilang.. nek inyong sih milih sing aman, nyaman, ora asal obat. pasien inyong ternyata tetep seneng lan sembuh meski cuma pake terapi prana lan hipnotis. Buat komite, kapan mister Lelik ke banyumas maning ??

  3. jangan salahkan guru2 kita…ah.
    emang guru2 kita juga punya guru….kok
    jadi sispa yang salah …..?
    Masalahnya bukan salah atau tidak salah.
    Namun, karena guru2 kita juga harus tahu pakem (seperti pakem wayang…. gitu lho). semua sudah dicetak “blue print” di kurikulum. nah kadang2 guru kita juga kurang kreatif , bagaimana mengembangkan kurikulum …. iya kan

  4. ” nah-nah sy setuju itu ” kra setiap dtik trjadi prubahan. Untuk ilmu pengobatan akn trus brkmbang salah satunya dngn Holistikt tpi kta jngan lupa kbutuhan dsar manusia ada yg namanya spirual / kyakinan jdi psien punya hak untk mmilih metode mana yg diyakini untk sembuh dan apa bila psien ini brpandangan lain dng si penymbuh maka hal ini akan brpengaruh pd proses penyembuhan to..?! Alangkah baiknya bla akan mlakukan pnymbuhan dijelaskan dulu brtntangan tdk dngan kyakinan pasien….,bla sdh Ok mka scara otomatis akan membrikan sinyal positif thdp penyembuhan ttpi bila tdk…proses pnyembuhan jauh dari yg diharapkan….. “Slamat mencoba ?!! “

  5. terlalu berat sieeeeee…. jadi perawat
    tugasnya kayak malaikat…
    malaikat aja uda ada sub bagiannya.. low perawat BIO-PSIKO-SOSIAL-SPIRITUAL… wow luar biasa booo…
    but do the best aja dah….

  6. saya staf pengajar di STIKES
    dan sangat tertarik dgn hypnotherapy dlm keperawatan, kebetulan kami akan melaksanakan seminar tentang hal tersebut, tolong bantu dong contac person bpk Lelik, Skp, ditunggu yaaa…..

  7. bisakah holisting nurse ini ditularkan ke rekan-rekan perawat di jawa tengah; semarang, kendal, magelang, temanggung, wonosobo dll. masalahnya banyak lulusan perawat dan bidan yang menganggur karena keterbatasan Puskesmas temoat mengabdi. padahal banyak lahan yang bisa dicioptakan untuk mengabdi untukmasyarakat umum. masyrakat membutuhkan kesehatan dini. maka keterlibatan insan kesehatan ini harus mau terjun tanpa gengsi turun di masyarakat. masih banyak yang gengsi kerja di lapangan, karena belajar menjadi perawat atau bdian telah mengeluarkan biaya besar. sementara lapangan PNS sangat terbatas. maka dengan holisting nurse ini bisa membantu khalayak perawat dan bida bisa turun dengan bekal pengabdian terjun di masyarakat langsung.

  8. lho emang jadi perawat amalnya berlipat-lipat lho…..dont give up klau kita bisa melakukannya why not? so pasti emang udah amanah dari sang Kholik. do more……

  9. Holi..Kuk..Kuk Ayo lari-lari
    Holi..Kuk kuk Ayo Mlayu bareng..
    Eh lupa…Holistic Lariii Tinggalkan budaya MALING (Mantri Keliling), Yang pada komen miring (mandan/Ora setuju)itu karena mereka sudah asyik hidup dari”ABU-ABU”, artine Perawat tapi Gayane dokter..Nyuntik, Nyunat, aweh Obat..Weleh…weleh Nyadong duwit 25 ribu. Aku setuju Perawat RSU Banyumas dkk yang mau mengembangkan model Holistik, Reiki dll, Sekarang memang belum populer apa maning “LARI SEPERTI HELY KUK KUK AYO LARI LARI”Berat, tapi 5-10 tahun yang akan datang dan ternyata populer betapa besarnya Pahalane. Karena Allah dalam surat Al’alak ayat 5, yang artinya Allah “mengajarkan apa apa yang belum di ketahui ” Nah dari situ Perawat Banyumas sedang beribadah dengan mempelajari apa yang belum diajarkan oleh Dosen-Dosen/Guru-guru yang Kita. Apakah beliau salah..? Bisa Kaga’bisa Salah juga. Kenapa anak didiknya banyak yang suka Jadi “Dokter Palsu alias Pak Mantri?” dan membiarkannya. Paling-paling mereka menjawab dan berkata,”Kan Pasienya yang minta..!”
    Jadi saya himbau pada teman-teman yang Mantri, “Kembalilah ke Jalan yang benar”, Mari mengembangkan Ilmu dan kompetensi kita, Duwit bisa dicari dari segi manapun, Tukang Rongsok saja yang nggak sekolah tinggi2 bisa Kaya dan, Kenapa kita Perawat yang sudah belajar di Akademisi, dengan biaya mahal masa hanya sebagai penjual Obat (Tukang Jamu Pasar). BRAVO DAN SUKSES yang telah memprakarsai Holistik Nursing…Kaya Kuwe Mbok…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s