Bila Orang Aneh itu ….

Pernahkah anda ingin disebut sebagai orang aneh ? Bila anda tidak suka disebut orang aneh pernahkah anda menyadari bahwa anda mempunyai “kelainan” dari orang kebanyakan ?

Kelainan ? Memangnya nggak waras apa ? …

Ooo … bukan itu maksudnya bakat terpendam (singkong ?) atau semacam indigo itu tuh kalau dalam istihah “orang sakti” itu anak yang punya bakat khusus.. Tapi ini ceritanya nggak bicara soal supranatural.. tapi bicara tentang orang aneh ..

Dasar aneh …ngomongin kok orang aneh ?

Secara tidak sengaja sempat membaca sebuah majalah tentang enterpreneur disebuah warung (dulunya warung sekarang tepatnya restoran) mie ayam yang kepunyaan seorang perawat puskesmas kakak kelas saya dulu sekolah perawat (aneh perawat punya warung mie ayam) mie ayam RAJA depan PLN Rawalo Banyumas.

Dalam majalah tersebut yang tema-nya kalo nggak salah “ide gila pengusaha sukses” pada halaman pertama pada artikel dari redaksi terdapat tulisan kurang lebih begini

Kebanyakan seorang penemu dan orang besar mereka adalah orang aneh dan disebut-sebut “gila” di jamannya. Dikisahkan seorang Thomas Alfa Edisson seorang penemu bola lampu itu dikatakan sebagai orang aneh, konon mas Thomas ini pernah mengerami telur untuk membuktikan apakah telur bisa menetas apa tidak bila dierami manusia. Konon mas thomas ini mencoba membuat bola lampu setelah mengalami kegagalan sebanyak 999 eksperiment dan pada eksperiment ke 1000 baru berhasil ketika ditanya tentang kegagalannya mas thomas mengatakan bahwa dia tidak mengalami kegagalan tetapi hanya hasil eksperimennya tidak seperti yang diharapkan.

Satu contoh saja orang aneh yang kita bahas disini (kalo kebanyakan orang aneh nanti jadi tambah aneh tulisan ini). Kata redaksi majalah yang dibaca tadi, penemu besar kebanyakan memang aneh bila dibandingkan orang-orang disekitarnya, saking anehnya mereka akan dicap sebagai seorang yang ambisius, gila, punya pendirian kuat (kadang ngeyel pendapatnya yang benar), dikatakan orang-orang sombong dan dikatakan orang aneh ini sebenarnya tidak terlalu berorientasi kepada uang mereka lebih berorientasi kepada kepuasan bathin tentang kebenaran yang diyakininya.

Bisa dibayangkan ngga rasanya bila ada orang yang aneh seperti itu di sekitar kita ? Terkadang orang seperti itu akan bermasalah bagi kita dan tentunya dianggap sebagai orang yang bermasalah. Konon Kang Albert Enstein jug pernah dianggap sebagai orang yang rada anti sosial (apa iya ?)

Manfaat orang aneh yang menjadi penemu itu mungkin tidak terlalu dirasakan pada saat dia adasaat itu , akan tetapi manfaat orang aneh itu lebih dirasakan kemudian. Sebagai ilustrasi pada saat mas thomas edison menemkan lampu bohlam mungkin saat itu orang tidak merasakan manfaatnya bahkan berkomentar ngapain membuat alat aneh yang terangnya sama lilin aja kalah, atau berkomentar ngapain repot-repot wong lilin banyak, lampu teplok juga banyak ngapain pakai lampu bohlam dasar aneh !!!

Tapi komentar yang dilontarkan saat itu tentunya tidak berlaku sekarang, mungkin mas thomas kalau sekarang masih ada ngomong: “tuh khan … apa kemarin gua bilang ..enak khan pakai bohlam ?”

He..he… aneh ya ?

Lalu apa jadinya kalau orang aneh itu adalah seorang perawat, nah lu !! Kalau anehnya untuk hal-hal yang baik sih oke saja.. misalnya menemukan alat thermometer jarak jauh yang pakai remote kontrol he..he..

Oke … anda sudah sedikit tahu cerita orang aneh.. so sedikit tahu dong bagaimana cara menghadapinya.. terserah anda apakah keanehan orang itu mau anda pupuk ke arah yang positif supaya menjadi seorang penemu besar … ataukah anda cibir dan diberi stempel sebagai orang aneh yang berbahaya, antisosial, ambisius, merusak .. monggo terserah anda..

jangan-jangan anda juga termasuk orang aneh ya …. aneh ?..

3 pemikiran pada “Bila Orang Aneh itu ….

  1. Menurutku sih semua orang itu aneh. Aneh kan artinya “ora ana sing ngembari”. Jajal apa ana wong nang ndunya sing jan bener-bener plek jiplek padha?
    Aneh kabeh mbok….

  2. Sikap pasrah kepada Tuhan yang memutlakkan Tuhan dan bukan sesuatu yang lain menghendaki tatanan sosial yang terbuka, adil dan demokratis. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah, yang keteladanannya diturunkan kepada para khalifah bijaksana sesudahnya. Salah satu kelanjutan logis prinsip ketuhanan itu ialah paham persamaan manusia, yakni bahwa seluruh umat manusia dari segi harkat dan martabat asasinya adalah sama.

    Tidak seorangpun sesama manusia menguasai harkat dan martabat manusia lain, misal dengan memaksakan kehendak dan pandangannya kepada orang lain. Bahkan seorang utusan Tuhan pun tidak berhak melakukan pemaksaan itu. Seorang utusan Tuhan mendapat tugas hanya untuk menyampaikan kebenaran kepada umat manusia, bukan untuk memaksakan kebenaran kepada mereka.
    Itu utusan Tuhan, lha terus bagaimana dengan orang “aneh”? Menurutku sih…selama orang “aneh” tadi gak memaksakan kehendak ya gak papa, gak masalah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s