POSITIVE SELF TALK penting bagi perawat

Ong Rosyadi

Mungkin karena tertarik dengan hypnosis dan pernah belajar hypnotherapy dengan Pak Lelik, suatu hari saat kelaparan makan di sebuah rumah makan ketika melihat di rak buku yang dijual terdapat buku “self hypnosis” tulisan Dodi Magis, Cht jadi tertarik untuk membeli.

Ternyata tidak sia-sia buku yang dibandrol seharga lima puluh ribu dengan bonus CD tsb. Dalam waktu singkat buku tersebut habis dibaca.

Kalau yang sudah pernah belajar konsep hypnosis mungkin beberapa hal pernah tahu, namun demikian ada beberapa hal yang menarik sebagai bahan posting kali ini.Yang menarik, bagi saya selain script hypnotherapy yang cukup jelas dan “aman” terdapat bahasan yang cukup penting mengenai POSITIVE SELF TALK.

Apa kaitannya positive self talk dengan perawat ?

Inferiority begitu istilah yang sering digunakan teman saya untuk menyebutkan penyakit kronis yang diidap oleh perawat. Batasan karakteristik untuk inferioriy ini diantaranya adalah kurang PD, ragu-ragu, tidak berani mengambil keputusan, minder, dan konon gejala yang paling parah adalah bagaikan singa ganas yang mengaum di komunitasnya sendiri (baca:perawat) tetapi bagaikan singa ompong yang ragu untuk mengaum, bila perlu buka mulut cukup menguap saja dikomunitas profesi lain. *itu yang bilang teman saya lhoo..*

Artinya… secara mental, material, spiritual, sampai finansial ternyata kita (baca:perawat) masih “terjajah”

Siapa yang “menjajah” ??? berani-beraninya menjajah komunitas profesi kesehatan yang terbanyak di negeri ini ?

Coba kita renungkan.. renungkan dalam-dalam … siapa yang sebenarnya “menjajah” ??? ternyata setelah direnungkan kita terjajah oleh diri kita sendiri. Kok bisa ?? …

Ok pembahasannya begini …

Mungkin pernah dengar istilah “internal sabotage” alias sabotase oleh diri kita sendiri (baca: alam bawah sadar kita). Secara mudah internal sabotage dijelaskan seperti ini..

Anda pernah nonton sirkus yang di dalamnya ada atraksi oleh binatang buas misalnya singa ??? Apa yang singa lakukan di dalam pertunjukkan sirkus tersebut … ternyata singa yang gagah berani itu manut alias menurut di suruh duduk, menurut disuruh untuk berbaris sama pawangnya ya.. menurut, disuruh melompati lingkaran api ya .. menurut saja .. bahkan sama manusia yang jadi pawangnya takut.. padahal secara ukuran dan secara power singa itu tentu lebih kuat dibanding dengan sang pawang yang merupakan manusia.

A4TJ31

Padahal kalau anda ganti chanel tv dari pertunjukan sirkus ke dyscovery chanel, animal planet atau flora dan fauna anda tentunya melihat singa yang jauh berbeda dengan singa yang ada di sirkus. Singa si raja hutan, dengan gagah mengaum mengejar zebra buas, ganas dan tak terkalahkan

lions-vs-everything

Lalu kenapa singa yang liar tak terkalahkan itu menjadi menurut dan tidak berani melawan pawangnya ?

Ternyata… selama dilatih oleh sang pawang singa-singa tersebut dibelenggu kakinya dengan rantai-rantai besi dan mendapatkan hukuman bila melakukan kesalahan… semakin singa berontak semakin kuat pula belenggu yang mengikat kakinya dan semakin dahsyat pula hukuman yang diberikan oleh sang pawang. Proses ini berlangsung cukup lama sehingga alam bawah sadar singa mengatakan percuma saja memberontak karena belenggu rantai yang kuat singa merasa tidak berdaya dan tidak pernah lagi berfikir untuk berontak.

Sehingga pada saat belenggu-belenggu rantai tersebut di lepas, alam bawah sadar singa masih merekam jelas kalau belenggu rantai tersebut masih terikat kuat dan percuma untuk memberontak… padahal rantai-rantai belenggu singa itu sudah dilepas. Yang terekam adalah semakin dia memberontak maka semakin kuat pula belenggu rantai mengikatnya maka sang singa itu menurut kepada pawangnya meskipun tidak ada lagi rantai-rantai di kakinya.

Itulah ilustrasi singkat internal sabotage, dimana bawah sadar kita justru melakukan sabotase. Pada saat kita ingin maju maka internal sabotage akan bicara “kamu hanyalah seorang perawat.. bisa apa ?” atau pengalaman kita yang buruk juga akan membuat belenggu di bawah sadar kita … dan bawah sadar kita bisa mensabotase keinginan maju kita ” paling-paling kamu akan gagal karena pengalaman kemarin juga gagal” atau “aku orang yang lemah” maka itu akan membuat kita terbelenggu. Saking kuatnya belenggu tersebut membuat kita menjadi ragu-ragu, tidak berani melangkah, tidak pede karena bawah sadar kita selalu mengatakan “kamu gagal”, “kamu lemah”, sehingga bawah sadar kita ini mempengaruhi alam sadar kita dan membuat kita menjadi tidak pede, ragu-ragu dan tidak mau mengembangkan diri kita.

Internal sabotage ternyata sering kita alami dan itu lagi-lagi ternyata karena kita sering berbicara kepada diri kita sendiri atau melakukan self talk menggunkan self talk yang negatif alias destruktif.

Misalnya secara tidak sadar kita suka mengucapkan ” aku hanya perawat, yang penting saya sudah dapat gaji, yang penting keluarga saya bisa makan biarlah profesi perawat diurusi oleh orang-orang yang pintar, saya hanyalah orang bodoh yang tidak bisa apa-apa, orang lemah yang tidak bisa memperjuangkan profesi saya..”

Atau secara tidak sadar kita suka mengucapkan pada diri kita sendiri, “memang susah jadi perawat”, “ya memang sudah nasib jadi perawat isinya hanya di salah-salahkan sana-sini” atau “beginilah nasib jadi perawat sudah pekerjaannya banyak susah terus..”

Apa yang salah dengan ucapan-ucapan kita yang kadang tidak disadari itu ? Ternyata dengan ucapan self talk yang negatif tersebut secara tidak kita sadari, bawah sadar kita melakukan programing alias memprogram pikiran kita. Sebagai ilustrasi yang mudah bila bawah sadar kita selalu mengatakan “sulit-sulit” maka pikiran kita akan terprogram “sulit-sulit” dan pada kenyataan sehari hari kita mengalami kejadian yang sulit karena setiap masalah yang terjadi otak kita terprogram untuk berpikir “sulit”.

Sehingga self talk yang negatif ternyata sama sekali tidak menguntungkan alias destruktif terhadap diri kita, terhadap pengembangan diri kita dan tentunya terhadap pengembangan perawat ke depan. Lalu self talk yang seperti apa yang perlu dikembangkan ? …

Positif self talk itu yang perlu dikembangkan.. bagaimana caranya ? Kita perlu berbicara pada diri kita atau self talk menggunakan kalimat yang positif “saya bisa”, “saya mampu” “semua akan baik-baik saja” “saya bisa mengendalikan situasi” “perawat bisa” “saya berani” kalimat yang seperti itu yang dan gunakan kalimat yang positif. Dengan demikian bawah sadar kita akan memprogram otak kita untuk berpikir positif, berpikir konstruktif dan produktif bagi pengembangan diri kita.

Bagaimana cara yang mudah melakukan self talk yang positif ?

Secara alamiah ada dua kondisi sehari-hari dalam hidupnya manusia mempunyai kesempatan untuk mudah mengakses bawah sadarnya. Memang banyak cara untuk bisa mengakses bawah sadar, dengan hypnosis misalnya. Tetapi kita tidak membahas hypnosis dini, karena tanpa hypnosis pun secara alamiah anda dapat mengakses bawah sadar anda. Yaitu pada saat anda mau tidur, dimana kondisi anda mulai mengantuk dan mulai tidur tetapi anda masih bisa mengontrol diri anda dan anda masih mendengar suara-suara di sekitar anda, …. dan pada saat anda bangun tidur dimana kondisi anda masih mengantuk dan mulai bangun tetapi anda mulai bisa mengontrol diri anda dan anda mulai mendengar suara-suara di sekitar anda, ….

Katakan pada diri anda pada saat dua kondisi di atas ” saya mampu untuk berbuat yang terbaik, dan saya mampu mengendalikan situasi pada saat menghadapi masalah, saya sangat bersukur dan bahagia dengan profesi saya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas saya dengan baik dan penuh tanggung jawab guna memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat”

Atau mau anda mengatakan yang lain silahkan, misalya “saya sukses” atau “saya kaya” silahkan yang penting menggunakan kalimat positif, tentunya jangan lupa berdoa sebelum tidur dan berdoa bangun tidur lho ya ….

🙂 Sekian semoga bermanfaat (…..semoga bersambung….)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s