Fenomena Caleg Stress

picture1

Usai sudah pesta demokrasi PILEG dengan hasil penuh kejutan. Meskipun sudah banyak yang yang memprediksi tontonan demokrasi yang kita tonton di layar televisi akan berakhir dengan banyak caleg yang stress , terbukti sekarang mulai marak di beritakan demo “crazy” alias mendemokan sesuatu yang berbau “crazy”.

Stress sebenarnya bukan berarti gila alias crazy, karena stress bisa dialami oleh siapa saja alias semua orang termasuk caleg dan yang bukan caleg.

Ngomong-ngomong soal stress kalau dilihat dari beberapa referensi sebenarnya stress yang dialami para caleg mungkin masuk dalam kategori acute stress reaction yang menurut wikipedia definisinya(terjemahan bebas) seperti ini

Kekacauan sementara dengan keparahan signifikan yang berkembang dalam individu tanpa gangguan mental lainnya terlihat dalam respon terhadap stress fisik luar biasa dan atau stress mental,  yang biasanya terjadi dalam hitungan waktu jam atau hari.

Penyebabnya  adalah hasil dari sebuah kejadian traumatis dimana seseorang mengalami atau menjadi saksi kejadian yang menyebabkan “korban”/saksi mengalami pengalaman ekstrim, gangguan atau ketakutan yang tak terduga, stress dan terkadang nyeri yang termasuk atau mengancam cidera serius, merasa cedera yg serius (bagi sementara orang) atau kematian.

Reaksi stress akut adalah variasi dari Post Traumatic Stress Dissorders atau gangguan stress paska kejadian traumatis dimana pikiran dan tubuh berespon terhadap perasaan (baik hanya persepsinya atau nyata) teerhadap perasaan “tak tertolong” yang intens / mendalam. Gejalanya dapat berupa kecemasan, gangguan penilaian, kebingunngan, dan depresi.

Gejalanya menunjukkan variasi yang besar, tetapi biasanya masuk ke dalam kondisi awal dari “kelinglungan”, penyempitan lapang kesadaran dan perhatian menyempit, ketidakmampuan untuk memahami stimuli, dan disorientasi. Kondisi  ini mungkin akan diikuti dengan menarik diri  dari situasi di sekitarnya atau agitasi  dan overaktif.

Tanda autonomik dari panik /kegelisahan (denyut nadi yang cepat, berkeringat, berkeringat banyak) biasanya muncul. Gejalanya biasanya muncul dalam beberapa menit dari dampak stres rangsangan atau aktivitas, dan hilang dalam waktu 2-3 hari (biasanya dalam jam). Amnesia sebagian atau komplit  dapat muncul dalam episode / kejadian.

Meskipun demikian kondisi stress akut ini bisa berbeda dari setiap orang, hal ini terkait dengan tingkat keparahan stress dan mekanisme pertahanan diri dari caleg yang bersangkutan. Bisa jadi orang yang mengalami stress akut ini berlanjut mengalami gangguan jiwa yang lebih parah.

Mestinya kita ikut prihatin melihat kondisi caleg yang diberitakan stress. Memang kalau kita lihat di berita tv atau diulas di blog-blog tingkah caleg yang tidak jadi ini banyak yang bertingkah aneh seperti merengek-rengek dan berguling-guling meminta uangnya dikembalikan misalnya.

Sebenarnya hal tersebut tidak patut kita tertawakan atau bahkan menjadi bahan tertawaan, karena kondisi yang dialami oleh caleg yg tidak jadi karena adanya kebingunan “kelinglungan” mendadak, fokus pikiran yang menyempit dan kondisi keputusasaan yang mendadak bisa membuat orang yang tadinya terlihat gagah dengan senyum optimis yang terpampang di pinggir jalan menjadi berperilaku seperti anak kecil.

Bagi kita yang tidak mengalami kondisi tersebut mungkin merasa biasa saja dengan keadaan tersebut mungkin kita berpikir “Ah.. gitu aja kok stress”.. tetapi keadaan yg dialami oleh caleg yg tidak jadi bisa jadi merupakan peristiwa traumatis yang luar biasa karena kehilangan harta yang cukup banyak dan muncul perasaan yang merasa dibohongi oleh persepsi bahwa pendukungnya banyak tetapi harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Peristiwa traumatis yg dialami oleh caleg ini mungkin bisa menyamai peristiwa traumatis yang dialami oleh orang yang mengalami bencana alam.

Menurut referensi kalau stress yang dialami oleh caleg ini hanya merupakan reaksi stress akut saja prognosenya baik atau dapat pulih dengan baik, namun bila sudah berkembang menjadi Post Traumatic Stress Dissorder atau bahkan berlanjut ke arah gangguan jiwa yang lebih lanjut proses penyembuhannya bisa relatif bervariasi .

Kondisi ini sangat tergantung dari mekanisme kooping atau mekanisme pertahanan diri (mental) dari caleg terhadap stressor yang mereka alami. Semakin mekanisme koopingnya adaptif alias berfikir dan berperasaan positif dan menerima keadaan dan banyak bersyukur akan mempunyai risiko lebih sedikit mengalami gangguan bila dibandingkan mekanisme kooping yang maladaptif alias berikir dan berperasaan negatif alias menyalahkan diri sendiri dan orang lain, berburuk sangaka, marah dan putus asa, ngambek, mutung dan sedih berkepanjangan tentunya akan lebih memperparah stress yang dialami bahkan bisa menimbulkan gangguan jiwa yang lebih parah.

Sedikit cerita mengakhiri untuk posting :

Suatu hari Kang Bawor terburu-buru berangkat kerja,  karena kesiangan terburu-buru berangkat menuju jalan raya untuk mencegat bus langganannya. Berhubung bangun kesiangan Kang Bawor mendapati bus langganannya sudah berangkat dan harus menunggu 1 jam lagi bus di belakangnya. Dengan penuh kekesalan dan mengumpat habis-habisan Kang Bawor marah dan menyesali kenapa bangun kesiangan dan menyalahkan kenapa busnya lewat 5 menit sebelum dia sampai di halte pinggir jalan karena pasti dia akan terlambat dan dimarahi oleh bossnya yang galak.

Namun penyesalan biasanya muncul di akhir, setelah satu jam kemudian setelah Kang Bawor naik bus di belakang bus langganannya, mendapati bus langganannya masuk ke dalam jurang dan semua penumpangnya tewas seketika. Setelah kejadian itu Kang Bawor baru menyadari bahwa harapan dan keinginannya belum terkabul tetapi dibalik itu ada kenikmatan lain yaitu masih diberi umur panjang. Kenikmatan tersebut tidak disadarinya tatkala dia merasa ketinggalan bus langganannya. Ternyata apa yang diharapkannya tidak mesti merupakan suatu yang baik bagi dirinya. Allah SWT telah merencanakan sesuatu yang lain yang lebih baik dari prasangka dan dugaan Kang Bawor.

Andai dari awal Kang Bawor sudah menyadari akan kejadian tersebut  tentunya dia menjadi orang yang sangat bersyukur, meskipun belum tahu apa yang akan terjadi dengan bersyukur tentunya akan mengurangi kesedihan dan kemarahan yang dialami Kang Bawor sebelumnya. Karena manusia merencanakan, Allah SWT yang menentukan, dan percayalah Ketentuan Allah SWT adalah merupakan ketentuan yang terbaik bagi umat-Nya. Tentunya ada hikmah di balik kejadian yang menimpa Kang Bawor.

Akhirnya, ini hanyalah posting dari inyong. Tulisan ini hanyalah merupakan tulisan bloger meskipun memuat beberapa istilah medis hanyalah memuat informasi belaka (serta sedikit motivasi ) dan tidak digunakan untuk kepentingan pengobatan dan perawatan.

Seperti pesan yang dimuat oleh Iklan Obat PILEG.. “bila sakit berlanjut hubungi dokter” 😉

3 pemikiran pada “Fenomena Caleg Stress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s