Caleg Stress Cerminan Demokrasi Indonesia “Stress” ?

Apa bedanya Pemilu legislatif dengan pemilihan Kepala Desa atau Pilihan Lurah ? ……Secara logika tentunya sangat berbeda bukan ?

Beda donk .. Setidaknya itu jawaban yang cukup rasional, memang secara konsep dan aturan main jelas berbeda.. tetapi pada tataran praktek ternyata.. ditemukan unsur kesamaan.

Sebuah media surat kabar memberitakan, di sebuah daerah jumlah uang beredar yang dikeluarkan oleh caleg selama pemilu legislatif adalah sekitar Rp. 1,8 triliun lebih dan uang jumlah uang ini adalah melebihi dari APBD daerah tersebut yang hanya berjumlah Rp. 1, 1 triliun.

Wow ..kemana saja uang sebanyak itu ? kalau buat beli kerupuk berapa karung yakhh ….😀

Berita yang tak kalah mengejutkan lagi … atau mungkin sudah tidak sama sekali mengejutkan adalah menurut panwascam setempat ..hampir semua semua caleg partai politik melakukan money politic..

Dengan dana rata-rat 200 sampai 300 juta selama proses kampanye dikabarkan caleg ini menggunakan danaya untuk publikasi dirinya melalui poster, proses kampanye, sampai  membagi-mbagikan uang kepada “rakyat”.

Yang menarik proses bagi-bagi duit ke “rakyat” atau yang dikenal dengan istilah serangan fajar menjelang pelaksanaan pemilu adalah menggunakan jasa makelar alias broker-broker yang sudah berpengalaman dalam dunia Pemilihan Kepala Desa sampai broker-broker yang berpengalaman dalam Pilkada.

Menurut kabar pada saat “serangan fajar” ini ada caleg yang berani mengeluarkan duit sampai Rp. 150 juta buat dibagi-bagikan ke “rakyat”. Sang “rakyat” dalam serangan fajar ini bisa menerima hujan duit sekitar Rp. 10.000,- sampai Rp.20.000,- / orang bahkan dari beberapa caleg sekaligus.

Untung dong masyarakat dapat serangan fajar yang sekaligus hujan duit…. 😛

Eh.. nanti dulu soalnya yang banyak diuntungkan justru broker-broker alias tim sukses yang mendapat cipratan hujan duwit dari para caleg….

Lha…. ini.. maksud inyong kenapa inyong mengatakan demokrasi indonesia sedang “stress” ….

Stress alias mengalami kebingungan alias kelinglungan tentang pelaksanaan demokrasi. Seperti diketahui konsep demokrasi ini yang berasal dari luar ternyata masyarakat di Indonesia masih belum sepenuhnya memahami tentang demokrasi itu sendiri. Pesta demokrasi yang harusnya menjadi pesta rakyat untuk memilih wakilnya di DPR masih diwarnai dengan kebingunan dan kelinglungan.

Bukan hanya dari pemilih, dari orang yang mau dipilih alias caleg juga masih dijumpai adanya kebingungan untuk melaksanakan demokrasi itu sendiri, apalagi aturan main dihapusnya nomor urut calon menyebabkan masing-masing caleg harus bersaing dengan caleg lain bahkan dalam partainya sendiri.

Karena sistem yang baru ditambah masih sedikitnya “referensi” maka dalam Pemilu Legislatif ini para caleg mengambil referensi dari Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa(Pilkades) dan Pilkada. Ternyata situasi dan kondisi Pilkades dan Pilkada itu sangat berbeda dengan Pileg.

Bermainnya broker-broker yang sering bermain dalam Pilkades dan Pilkada dapat dijadikan petunjuk adanya indikasi ketidak dewasaan politik kita dalam mensikapi Pileg 9 April lalu. Walhasil praktek money politic alias bagi-bagi uang yang sudah menjadi rahasia umum dan dianggap lazim dalam Pilkades diadop mentah-mentah dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif yang lalu. Yang paling menyakitkan bagi caleg adalah merasa sudah banyak memberikan uang kepada “rakyat” ternyata di TPS tempat caleg tersebut tinggal hanya mendapatkan segelintir suara bahkan tidak mendapatkan surat sama sekali. Wajar saja kalau sang caleg merasa dibohongi oleh rakyat.

Semoga saja kejadian di Pemilu Legislatif 2009 banyak memberikan pelajaran bagi demokrasi di Indonesia dan Pemilu Legislatif lima tahun kedepan.

Kira-kira Pemilu lima tahun besok masih ada caleg stress tidak ya ???😮 (sumber posting diolah dari berita surat kabar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s