Ditutupnya Program S1 Keperawatan-Ners Ekstensi dan Masa Depan Perawat

“Mas.. untung saya jadi masuk PSIK tahun ini, soalnya kalau jadinya masuk tahun depan kayaknya cita-cita saya untuk melanjutkan menjadi Ners tinggal impian dech…” begitu kira-kira lontaran kalimat yang terucap dari bibir seorang teman yang kebetulan sedang liburan semester pulang dari kuliahnya di Jogja.

Ada apa sih sebenarnya ? Ya.. betul ini sih berita udah agak lama semoga sih belum basi…

Telusur-demi-telusur ternyata pihak universitas negeri terbesar di Jogja itu berdasarkan kebijakan dari rektorat menetapkan tidak membuka program ektensi alias jalur khusus di universitas tersebut. Termasuk di dalamnya Program Studi Ilmu Keperawatan alias PSIK.

Kabar selanjutnya juga muncul bahwa universitas negeri di Purwokerto juga sama, untuk tahun depan tidak membuka program ekstensi alias jalur khusus. Walhasil teman-teman yang ingin melanjutkan S1-Ners di universitas negeri di Purwokerto itu hanya bisa tertegun mensikapi perubahan zaman yang terkadang cukup mengejutkan.

Soal perubahan zaman jadi teringat 14 tahun yang lalu tepatnya tahun 1995 tatkala lulus dari SPK alias Sekolah Perawat Kesehatan yang saat ini sudah tutup dan berganti nama menjadi Poltekes.

Masih terekam jelas pada saat sang guru menjelaskan bahwa setelah SPK tidak bisa melanjutkan ke institusi pendidikan keperawatan ke jenjang yang lebih tinggi. Kala itu kalau ingin melanjutkan pendidikan perlu ditempuh jalur yang cukup menyeberang ke SMA dulu baru bisa melanjutkan.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, kalau sudah menjadi bubur sebenarnya tergantung kita aja mau memberi bumbu tentunya bisa menjadi bubur ayam yang enak. Begitu kurang lebih mekanisme kooping yang dikembangkan. Sempat divonis tidak bisa melanjutkan alias tidak bisa kuliah tidak mensurutkan semangat untuk terus bekerja di rumah sakit.

Alhamdulillah seiring jalannya waktu dibuka program DIII keperawatan jalur khusus.  Sambil bekerja sambil kuliah dan itu membuka jalan emas untuk bisa melanjutkan ke S1 Keperawatan, Ners.. bahkan teman saya bisa meneruskan sampai S2 Spesialis Keperawatan.

Lagi-lagi kebijakan mengubah masa depan perawat dan itu tergantung sekali kebijakan macam apa itu. Kalau kebijakan itu menguntungkan misalnya kebijakan program khusus bagi perawat lulusan SPK ke DIII sungguh banyak sekali menolong perkembangan profesi keperawatan ini, disamping grade perawat yang SPK meningkat minimal DIII Keperawatan. Dengan program DIII kelas khusus ini juga membuka peluang perawat yang berpotensi, bila ingat sistem penerimaan siswa di SPK terutama yang punya Depkes sepertinya banyak potensi SDM yang potensial mengingat sistem seleksi yang ketat untuk terus berkembang mengembangkan profsi keperawatan ini.

Lalu kalau kebijakan itu tidak menguntungkan ??

Kebijakan ditutupnya jalur ekstensi di universitas negri bagi lulusan DIII keperawatan juga mempunyai beberapa konsekwensi. Lulusan DIII keperawatan setidaknya sudah mempunyai bekal yang memadai apalagi yang sudah bekerja di rumah sakit dan ini sangat menunjang proses profesiolisme karena mereka sudah punya dasar dan tinggal memoles secara akademik dan klinis lebih dalam sehingga kualitas SDM bisa meningkat. Disamping itu pada saat praktek profesi kombinasi antara ners muda ekstensi dengan ners muda fresh alias reguler meskipun secara penelitian belum diperoleh data yang memadai, namun secara pengalaman komposisi yang seperti ini dapat saling melengkapi dan saling membimbing, mengingat jumlah residen keperawatan yang masih sangat langka, sehingg ners muda ekstensi bisa berperan sebagai “senior” bagi yang reguler.

Memang disatu pihak input dunia pendidikan yang bermutu juga mempengaruhi kualitas, dengan masuknya lulusan fresh SMU tentunya kita berharap kedpan SDM keperawatan semakin baik. Namun demikian tentunya kita juga tetap mesti memikirkan masa depan perawat lulusan DIII.

Terlepas dari itu semua kebijakan ditutupnya Jalur ekstensi universitas negri termasuk di dalamnya ekstensi untuk PSIK sedikit banyak berpengaruh terhadap masa depan keperawatan.

Sepertinya hal ini akan menjadi kebijakan nasional atau bahkan sudah menjadi kebijakan nasional ?, terutama kebijakan Dikti. Setidaknya sudah 2 universitas yang terdengar membuat kebijakan seperti ini, universitas yang lain mungkin anda lebih tahu.

Mungkin untuk bisa melanjutkan ke jenjang S1 Keperawatan Ners bagi lulusan DIII harus ke institusi swasata, atau bahkan nantinya sudah tertutup pintu sama sekali ?

Kemanakah sebenarnya muara dari kebijakan ini ???  ke… D IV kah ???

Halooo …..RUU Keperawatan …. Apa kabarmu ???  Apa kabar para caleg yang dapat kursi DPR  … kemarin kita nyontreng lho… !!!!😀

34 pemikiran pada “Ditutupnya Program S1 Keperawatan-Ners Ekstensi dan Masa Depan Perawat

  1. coba di liat lagi deh mas…tu kayaknya bukan ditutup tapi kalo lulusan D3 mau ke S1 tu harus ikut mahasiswa program reguler,tapi untuk semester tetap menyesuaikan.kl mas dulu D3 nya dah ambil mata kuliah itu ya gk di ulang lagi tuk diambil..jd intinya yg mau tranfer cm hrs ikut anak reguler S1…Kl aku sih setuju ditutup jadi lulusan S1 ners seperti aku n temen2 ku bisa mendapat lowongan lebih luas..hehe

    1. Pendidikan Perawat mrpk ilmu keterampilan/bidang teknis mestinya pemerintah mebuka program S1 Keperawatan bok ya berpikir implikasinya, jngn masyarakat sll mjd obyek kelinci percobaan klo memang S1 tidk signifikan perbedaan fungsi dalam tugas/ pengabdian disiplin ilmunya seharusnya lulusan S1 Keperwt. melalui masa kerja/ pengabdianya minimal 2 thn. Berpikirlah para pembuat kebijakan masa 1 – 1 1/2 thn sdh tambah brp juta lagi pengangguran di negeri kita yg memang sdh brubh karakter dan kehilangan ideologi Pancasila. Mendengan & melihat perdebatan dari level atas s/d bwh tdk prnh tedengar Pancasila dan UUD 1945 adalah ideologi dan dasar konstitusi
      .

  2. ya aku Setuju banget tuh…program ekstensi sekarang harus ikut kuliah anak S1 reguler aja biar gak seenaknya aja maen tranfer-tranfer…kasihan kan lulusan S1 yang dah ambil kuliah susah2 mulai dari awal.so kl yg dari D3 mau ke S1 kalian mmg kudu ngikut kuliah sesuai jadwal mahasiswa reguler..jgn mau enaknya aja donk…hehe

  3. klau masalah itu harus dipikir kan lagi masalah nya masih banyak temen temen yang masih D3 apalagi SPk terutama di pedalaman di kalimantan n q jaga g setuju low maen tutup wae kaya pintu aja kele coba anda bayangkan daerah laen yang masih banyak seharusnya low bisa memberi kesempatan bagi temen temen sejawat guna untuk melanjutkan kul untuk S1 y kan . . . . . @

  4. Kayaknya bukan gitu beritanya….teman-teman yang berminat mengembangkan diri yg notabene lulusan D III akan di konversikan mata ajarnya di program Sarjana……jadi sisa SKSnya tinggal dilanjutkan di S1

  5. aduh…. jangan terlalu di ambil pusing semuanya pasti ada jalan keluar yang lebih baik, biasanya di keluarkan kebijakan tersebut maka ada aturn yang tepat untuk menggantikan. jadi semua harus sadar diri donk…. jangan ingin enak terus. hidup perlu perjuangan

  6. Duhh…….. jadi tambah bingung mau nerusin kemana donk?????
    Kita kan kerja, kalo mesti ngikut jadwal reguler kapan kerjanya???? yang ada dipecat dari rs, ……
    Yang kumau kuliah oke kerjapun oke!!!!
    Dimana ya yang masih buka??? Daerah tangerang ada ga???

  7. wah, seru nih diskusinya. klo gitu yg untung yg diatas. yg rugi selalu di bawah. seperti main injit semut. kalo menurutku, yg hrs diperbaiki tuh yg dah ada. jgn buat sesuatu yg belum tentu hasilnya. kan lebih baik yg dah ada di berikan kemudahan belajar. diberi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian. mau kemana perawat indonesia klo setiap ada yg ingin belajar malah di hambat. kpn kita bisa menembus pasaran eropa, kanada, australia klo perawatnya di hambat sekolah. klo yg spk memang hrs ke d3, yg d3 hrs ke S1. begitu seterusnya. itu baru peningkatan ke arah pasaran global. klo mau maen tutup2 ya udah jgn terlalu banyak akper lagi. kasihan yg dah kuliah di akper tp ngga bisa lanjut ke S1 apalgi ke S2, malah ke S3. jauh banget. Di luar sana perawat sudah menjadi mitra kerja dokter, eh malah di negeri sendiri sedang kebingungan wadah buat melanjutkan kuliah. BRAVO buat PERAWAT INDONESIA. JAYALAH BUAT BANGSA INDONESIA.

  8. Kalo buat saya,manapun ada jalan keluarnya sih, hanya yg mbuat saya heran kenapa mesti di tutup ? mudah2an saja tidak ada unsur politik lagi dalam bidang pendidikan kesehatan,sementara kita lagi blum jelas UU Keperawatannya, ….eh ada rumor baru lagi,saya hanya berpikir bahwa jgn sampai profesi kami d jadikan lahan politik baru,… sementara kita hanya bisa pasrah tanpa mau berbuat sesuatu ,nanti apa lagi bila ada pergantian pejabat,…smuanya bisa dibuat tanpa melihat kebutuhan di daerah… kini tinggal kita aja bgm dalam menyikapi sebuah aturan yg dikeluarkan oleh pemerintah Republik ini,…Bravo PPNI

  9. Klo menurut sy sih,perawat D III mestix ikt kuliah reguler biar lbh mantap,program ekstensi S1 ibaratx mkn lgs 1 piring tanpa disuap tnpa dkunyah lgs tuang k mulut,gmn bs dcerna???

  10. profesionalisme lebih penting….S1,S2,S3…menurut standard internasional, gak ada artinya….yg penting bisa lulus RN,,,Register nurse

  11. kalau menurut aku, lebih baik yang DIII nya aja yg di tutup, karena kalau S1 nya yg ditutup kasihan yg masih DIII mau ngelanjut kemana???

  12. jd percuma dong gw sekolah D3 tp ga lanjut ke S1 yg negri? apalgi ntar taun 2015 perawat harus dari S1 gimana nasib D3?

  13. bila kita melihat teman-teman kita di pedalaman sangat prihatin tetang pendidikan untuk melanjutkan ke S1,dimana diadaerah untuk membuka STIKes saja mesti tenaga pengajar yg lulusan S2nya 10 orang,mana bisa lanjut coy

  14. jadi sebenernya lulusan d3 itu masih bisa nerusin ke s1 gak ? kalo untuk ke s1 harus lewat program ekstensi kan ? saya kurang paham nih soal yang di atas, soalnya saya mau ambil d3 keperawatan tahun 2013 ini

  15. jujur sy PNS umur sdh 45th lulusan SPK sm kantor disrh sklh lg ke S1 keprwt apa bisa sedangkan 10th hrs pensiun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s