Pilih Debat atau Hypnosis dalam Kampanye Capres

Semalam debat cawapres berlangsung dengan nuansa hambar, terkesan kurang menggigit. Nada-nada yang hampir sama juga sempat terlontar ketika debat capres dilangsungkan beberapa hari yang lalu. Bahkan kalau menurut inyong debat cawapres semalam itu kalah ramai bila dibandingkan dengan “debat” yang dilakukan oleh para tim sukses dari capres-cawapres itu sendiri kalau anda nonton acaranya di TV- One.

Sepertinya ini adalah sebuah fenomena peluang baru program TV untuk membuat acara “Debat Tim SuKses Capres”, dijamin acaranya seru dan full “gontok-gontokan”, pasti laris deh iklan dipasang ,dijamin mengalahkan iklan yang dipasang pada acara debat capres-cawapres.


Lalu pertanyaannya adalah kenapa ya pada saat debat malah cenderung mereka para capres dan cawapres itu  lebih suka terlihat manis, padahal kalau di luar acara “debat resmi” mereka cenderung saling “serang” tetapi di forum resmi itu mereka cenderung main amannya saja.

Setidaknya ada beberapa alasan kenapa mereka bersikap demikian bila dikaji dari fenomena yang bisa dilihat dari “perdebatan tersebut” kenapa acara resmi itu menjadi tidak efektif :

  1. Acara debat yang sekarang seolah hanya menyuguhkan kepada masyarakat tentang wacana politik yang stereotip karena kalau kita lihat dari acara debat-debat tersebut masyarakat masih disuguhi ide dan konsep yang itu-itu saja.
  2. Adanya budaya yang sudah mengakar bahkan semacam believe yang ada di masyarakat bahwa orang akan menyukai kepada anak yang diam, duduk manis, tidak banyak tingkah, tidak banyak bicara. Saya percaya anda pasti akan senang kalau anda punya anak yang menurut, duduk manis, tidak  banyak bicara dan terlihat manis dihadapan anda. Rupa-rupanya disadari atau tidak hal ini menjadi salah satu alasan kenapa para capres dan cawapres berupaya mencari simpati dan menghindari “perang pemikiran” antar kandidat.
  3. Acara debat ini adalah sebenarnya efektif untuk mempengaruhi masyarakat dalam tataran alam sadar, dimana yang dominan adalah gelombang beta. Logika, rasional, realistis. Namun demikian sebagian besar masyarakat kita lebih banyak menggunakan alam bawah sadarnya dalam menilai dan memilih calon presiden mereka.
  4. Dari beberapa wawancara terhadap masyarakat di tv mereka memilih kenapa memilih capres tersebut banyak faktor yang mempengaruhi dan sebagian besar itu adalah faktor yang sifatnya bukan suatu hal yang analitik juga bukan suatu hal yang logik. Memilih lebih banyak karena ada rasa suka si Anu karena kedekatan subconsiousnya / alam bawah sadarnya kepada si Anu. Bahkan seseorang akan ngotot saya milih si Anu lebih karena orang tersebut  suka, bukan karena orang tersebut berpikir logis dan analitik kemudian dia memutuskan untuk memilih si Anu. Memang ada diantara masyarakat yang mengedapankan alam sadarnya, namun demikian sepertinya prosentasinya lebih sedikit bila dibandingkan dengan yang menggunakan alam bawah sadarnya dalam pendekatan memilih capres.
  5. Kondisi yang demikian ternyata diperparah lagi dengan adanya fenomena debat yang kurang mencerminkan loncatan-loncatan pemikiran-pemikiran dan gagasan yang orisinil serta mencerahkan yang bisa membuat sesorang menjadi lebih cenderung bahkan berpindah posisi keberpihakkannya setelah melihat paparan yang disampaikan capres-cawapres. Mungkin sesorang yang sudah mempunyai pilihan tidak akan berpaling setelah melihat debat. Namun demikian orang yang belum punya pilihan apakah juga akan menemukan pilihannya setelah melihat acara debat tersebut ? Sepertinya dia juga akan tetap berada pada pilihannya untuk tidak menemukan pilihannya setelah melihat acara debat.

Sepertinya, saat ini…. entah kalau masa yang akan datang ya…, pencitraan, jargon politik / “kata sakti capres”, serta iklan politik meskipun banyak dikritik karena dianggap tidak mencerdaskan masyarakat masih lebih efektif untuk menggiring masa bila dibanding acara-acara debat. Sepertinya alam bawah sadar masyarakat Indonesia masih lebih prospektif dibidik untuk kepentingan politik bila dibanding dengan alam sadarnya.

Maka jangan kaget bila setiap hari hypnosis dari para capres-cawapres melalui iklan-iklan televisi, gambar-gambar dan tulisan di pinggir jalan akan mempengaruhi alam bawah sadar anda anda disadari maupun tidak disadari. Maka kalimat : LANJUTKAN……PRO RAKYAT…….LEBIH CEPAT LEBIH BAIK ……. setiap hari, setiap saat itu akan menghipnosis anda …. semua itu tergantung anda …. pejamkan mata anda…..dan …tiduurr !!!….kemudian bangun..dan buka mata anda pada hari pencontrengan !!!🙂

2 pemikiran pada “Pilih Debat atau Hypnosis dalam Kampanye Capres

  1. Assalamu’alaykum. Blog keren pak…. Mohon masukan juga ke web kami. Iya pak untuk video di web kami memang dari souplementa. Apakah bapak keberatan? Administrator webnya saya eri pak, belum web master kok🙂 Jika ada keberatan bisa sms ke saya pak 0811 331 8626. Terimakasih pak. NICE BLOG🙂

  2. Assalamu’alaykum.

    Kami sudah update web kami pak. Monggo mampir kembali pak….. Dari Jamkesmas, Puskemas sampai Gadar pak….. Kami minta tolong untuk semua CI di Banyumas merekomendasikan web kami http://www.psikugm2004.co.cc untuk semua praktikan di Banyumas pak… Terimakasih… Hidup perawat Indonesia!!!!

    Wassalamu’alaykum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s