KETIKA SETAN DIBELENGGU

setan

Dibulan yang suci ini, Inyong kembali posting tulisan setelah sekian lama absen. Dengan suasana yang kosong perut ternyata tidak lantas membuat kosong otak alias “ngeblong” ide untuk ngeblog ya..  🙂

Tepatnya senin kemarin tatkala bulan puasa masih berumur 3 hari dalam perjalanan dari rutinitas “ritual mingguan” senin pagi perjalanan menuju tempat kerja dari Jogja ke Banyumas.

Menggunakan bis ekonomi, bahkan super ekonomi karena jalannya yang lumayan lemot. Nggak tahu nih kenapa pak sopir yang biasanya ngebut-ngebut kemarin kok terkesan nge-slow.

Usai sahur bergegas Inyong dianter bapak menuju “stasiun” pasar gamping. Bis ekonomi tanpa AC itu berjalan dari Jogja dengan penumpang ala kadarnya. Tidak ada kesan yang menarik selama perjalanan selain dihiasi penumpang yang molor di bis karena kecapekan atau karena kepagian naik bis… salahnya naik bis jam 3-4 ha…ha..😀

Hampir nyampe Kebumen kepadatan penumpang semakin bertambah populasinya, deretan bangku yang tadinya nampak lengang sekarang sudah mulai penuh alias full seperti istilah mbah Surip… I love you full.. ha..ha..ha..

Yang saya suka dari bis ekonomi adalah selain murah juga full hiburan alias pengamen… istilahnya Gombong Kebumen mas… aja sombong karo pengamen… ha..ha..

Inyong enjoy dan menikmati musik pengamen meskipun terkadang gratis, karena tidak ada receh untuk dibagikan..hee..he.. selain lagunya asyik dan ternyata banyak filosofi yang bisa diambil dari celoteh lucu dan terkadang nakal syair lagu musisi jalanan ini.

Pagi itu sang pengamen menyapa penumpang dengan senyuman khasnya yang cengar-cengir.. “Assalamualaikum.. numpang ngamen.. rombongan yang kesekian kalinya… kami dari musisi jalanan akan menghibur bapak-ibu penumpang ….” demikian prolog singkat disertai senyum sopan sang pengamen mengharap uluran receh dari penumpang yang kebanyakan bersikap acuh bahkan suka berpura-pura tidur..

Dari sekian banyak pengamen ternyata , semua grup band eh.. group pengamen itu menyanyikan lagu-lagu bernuansa religi dari group band terkenal tanah air.  Rupa-rupanya angin sorga Ramadan membuat musisi tanah air berlomba-lomba untuk membuat album religi seakan berharap pahala .. eeh… tunggu dulu ,tapi sepertinya berharap albumnya laris manis kayak kolak di bulan Ramadan ini dech..he..he..

Yang menarik bagi Inyong dari sekian banyak pengamen adalah seorang pengamen yang terakhir naik ke bis. Dari penampilannya yang dekil tubuh kerempeng dengan kulit bertato, kalau di sinetron-sinetron biasanya tampang yang kaya gini jadi preman.

Dengan tanpa diiringi musik alias hanya bertepuk tangan seadanya pengamen ini menynyikan lagu-lagu religi dari album religi band ternama, dilanjutkan dengan lagu shalawat gaya qasidah, dan diakhiri lagu religi lagi. Bathin Inyong ini orang nyanyinya religi amat bertolak belakang dengan penampilannya yang bertampang preman.

Ketika pengamen menyanyi sempat Inyong suudzon ini orang habis sahur miras berapa botol ya.. kok mabuknya baru  sekarang…  Sesaat kemudian Inyong beristighfar… jangan-jangan Inyong lebih jelek dari orang tersebut dan kita tidak tahu siapa orang  yang diberi petunjuk-Nya.

Jadi teringat Pak Ustadz saat ceramah kultum nih…. :

“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” [HR. At-Tirmidzi]

Memang benar di bulan Ramadan ini setan-setan dibelenggu dan Inyong yakin itu.

Setan-setan yang dibelenggu adalah setan-setan jahat dari golongan jin. Sedangkan setan-setan dari golongan manusia masih berkeliaran bebas, karena ingat setan itu bisa berujud jin maupun manusia.

Yang Inyong rasakan di bulan Ramadan itu hidup terasa tenang, tentram semangat religinya bertambah, mungkin itu juga yang dirasakan oleh pengamen-pengamen tadi.

Saat mereka menyanyikan lagu religi itu, Inyong kira pada awalnya adalah untuk meningkatkan simpati penumpang sehingga penumpang rela merogoh kocek dan menyerahkan recehnya, akan tetapi setelah dilihat lagi ternyata sama saja tidak ada pengaruhnya antara menyanyikan lagu religi dan bukan dilihat dari jumlah penumpang yang memberikan recehnya.

Yang jelas dengan Ramadan ini semangat untuk menyeru kepada Sang Pencipta Allah SWT semakin kuat, semangat untuk beribadah..semangat untuk ke masjid semakin meningkat.

Ya Allah semoga Inyong tetap diberi semangat dan kekuatan untuk selalu semangat beribadah kepada-Mu di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini….

Tetapi kalau anda masih ragu dan masih mempertanyakan apa iya.. setan-setan di belenggu di bulan Ramadan… jangan-jangan anda termasuk setan dari golongan manusia itu tadi ya ???… ha..ha… maaf-maaf hanya bercanda..  😀

2 pemikiran pada “KETIKA SETAN DIBELENGGU

  1. Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita ke keimananan yang sempurna Takut hanya Karena Allah, dan bisa kita selesaikan dengan sempurna karena tukang godanya di belenggu, link balik ya mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s