Demo Darah vs Donor Darah

( foto diambil dari detikFoto)

Baru saja inyong mau cabut dari warnet, tapi karena ada berita yang menggelitik jadi akhirnya tertunda cabutnya.. dan dengan rela hati akhirnya menulis posting ini ..berrr

Uedaan … nih nekat banget nih inyong pikir pendemo di Thailand … telintas langsung dipikiran inyong .. darah .. dan ..Thailand

Kalau Info yang pernah inyong dengar sih nih negara sebagai salah satu “penyumbang” HIV di dunia , menurut datanya CIA sih nih negara rangking ke-17 alias nomor 1 di Asia Tenggara dengan pengidap HIV 610.000 berdasarkan estimasi data tahun 2007, coba di cek di dini Gan… CIA Fact

Nih beritanya yang inyong kutip dari okezone.com

BANGKOK – Ribuan pendukung Perdana Menteri (PM) Thailand terguling Thaksin Shinawatra akhirnya menumpahkan darah di depan kantor perdana menteri di Bangkok.

Gerakan 1 juta mililiter darah untuk Thaksin sudah dilakukan sejak kemarin. Puluhan ribu pro- Thaksin yang dikenal dengan sebutan Red Shirts (Kaus Merah) tersebut rela mengantre di Jembatan Makkhawan untuk memberikan darahnya.

Aksi donor tersebut dilakukan sejak pukul 18.00,Senin 15 Maret hingga pukul 16.00, kemarin. Selain demonstran, 60 anggota parlemen dari Partai Puea Thai (partai pro-Thaksin) juga mendonorkan darahnya, termasuk ketua oposisi Witthaya Buranasiri.
Sebelum menyumbangkan darah, Witthaya nampak memberi penghormatan kepada patung Raja Ranma VII di depan gedung parlemen.

”Darah ini adalah bentuk pengorbanan.Darah ini menunjukkan cinta kami pada bangsa ini serta keikhlasan kami,” ujar salah satu pemimpin demonstran Veera Musikhapong yang menyumbang 200 cc darahnya kepada panitia. Darah yang sudah terkumpul kemarin dikumpulkan dalam beberapa botol ukuran lima liter. Untuk mencegah agar darah tidak mengental, panitia memberi campuran kimia ke dalamnya.

Siang kemarin, darah tersebut ditumpahkan di depan Gedung Pemerintah yang tak lain kantor kepresidenan, tempat PM Abhisit Vejjajiva bekerja. Aksi protes serupa rencananya bakal dilakukan di depan gedung parlemen serta kediaman PM Abhisit. Strategi protes dengan menggunakan darah ini digagas salah satu pemimpin Front Bersatu untuk Demokrasi melawan Kediktatoran (UDD) Natthawut Saikua.

Untuk memperoleh 1 juta ml (1 ribu) liter darah, setiap demonstran akan diminta untuk mendonorkan darahnya sebanyak 10 cc darah.Dengan pertimbangan ada 100 ribu demonstran, target satu juta ml darah sepertinya akan berhasil. dan seterusnya…

Darah.. bukan saja mengerikan dari bentuk fisiknya yang merah … jadi teringat pilm G30S nih.. “Darah itu merah Jendral ..” he..begitu ya cuplikan dialog filmya …

Tapi.. darah itu sebagai salah satu media yang dapat menularkan HIV .. hiiihhh ngeri.. nih lihat aja sendiri foto dari detikFoto..

Lihat tuh..mimik wajah Pak Pulisi yang miris.. dan takut ama darah .. mungkin mikir “mimpi apa gue semalam ya ..

Untuk melengkapi postingan inyong .. jadi mikir juga apa darahnya para demonstran ini bisa menularkan penyakit… kalau dipikir secara logika sih ada kemungkinan bisa menularkan ..tapi untuk jawaban ilmiahnya ..akhirnya inyong tanya sama mbah google .. dan berikut ada jawaban dari Sang Pakar seperti dikutip dari situs Yayasan Spiritia

Oleh: Rick Sowadsky, MSPH, The Body

HIV hanya dapat hidup pada lingkungan tertentu dalam tubuh manusia. Virus ini tidak hidup pada lingkungan di luar tubuh manusia. Ada banyak faktor yang menentukan berapa lama virus itu dapat hidup di luar tubuh. Hal ini bergantung pada kondisi lingkungan tempat virus itu berada. Karena kondisi lingkungan dapat berubah-ubah, sehingga memungkinkan virus dapat bertahan hidup lebih lama. Itulah sebabnya tidak ada satu ketentuan waktu yang sama dalam hal daya tahan hidup HIV di luar tubuh. Tapi secara umum virus itu hanya dapat hidup selama beberapa menit di luar tubuh.

Salah satu faktor lingkungan yang menentukan lamanya virus itu bertahan hidup adalah kelembaban di sekitar virus itu. Virus itu tidak dapat hidup di lingkungan yang kering. Jadi bila virus itu berada dalam cairan tubuh seperti darah atau cairan kelamin yang mengering, virus itu akan mati.

Namun, meskipun di lingkungan basah (seperti kolam renang, pembuangan limbah dsb), virus itu tetap tidak dapat bertahan hidup. Jadi lingkungan yang kering hanya merupakan salah satu kondisi lingkungan di mana virus itu tidak dapat hidup. Dalam lingkungan yang basah pun, jika lingkungan itu berbeda dari yang ada pada tubuh manusia, virus itu tidak akan mampu bertahan hidup. Ingat, virus itu hanya dapat hidup di daerah tertentu yang ada di dalam tubuh manusia. Itulah sebabnya HIV tidak dapat hidup di kolam renang atau pembuangan limbah. Di luar tubuh, virus itu cepat menjadi lemah dan mati. Semakin lama berada di luar tubuh, semakin kecil kemungkinan penularan akan terjadi. Biasanya, virus akan mati dalam beberapa menit setelah berada di luar tubuh. Kesimpulannya, virus hanya dapat bertahan hidup di kondisi lingkungan tertentu yang ada di dalam tubuh manusia. Bila virus itu di luar tubuh, maka ini merupakan lingkungan yang sangat dibencinya dan virus itu tidak dapat bertahan hidup, kecuali bila virus itu masuk ke dalam tubuh orang lain dalam beberapa menit.

He..he.. menurut pakar meskipun virus akan mati di luar tubuh manusia .. tapi masih ada kemungkinan bila masih dalam hitungan menit darah tersebut masuk ke tubuh manusia misalnya melalui luka atau selaput lendir misalnya mata.. Apalagi bukan hanya HIV yang bisa nyebar lewat darah Hepatitis B juga bisa ya..

Kalau begitu..kalau inyong boleh usul mending demo model begini tidak usah ditiru aja di Indonesia..

Inyong usul kalau mau demo pakai darah mendingan mengadakan donor darah masal saja .. karena dari segi manfaatnya lebih besar antara lain :

1. Darah yang didonorkan bisa berguna bagi orang yang membutuhkan, coba bayangkan bila ada 1000 pendemo yang mendonorkan darahnya.. bisa penuh tuh bank darah PMI🙂

2. Dari pengalaman yang sudah donor darah.. sehabis donor biasanya disediakan mi rebus siap saji plus telor rebus dan segelas susu… ini merupakan efiseinsi luar biasa bagi koordinator demo.. tidak perlu menyediakan anggaran untuk konsumsi lagi dong.. he..he..😀

He..he.. mbok ..kayakuwe..

Kumpulan Software Gratis

↑ Grab this Headline Animator

2 pemikiran pada “Demo Darah vs Donor Darah

  1. Hello nama saya Imelda dari Jakarta.
    Maaf saya kirim pesan disini.
    Karena tidak menemukan email pribadi Inyong.

    Sepupu saya baru didiagnosa lumpuh karena saraf tulang belakangnya kejepit.
    Yang mau saya tanyakan adalah pusat rehab yang bisa membantu dia untuk belajar mandiri lagi. Bisakah memberikan saya info mengenai pusat rehab yang di Banyumas ?

    Dan mohon diberikan telpon yang bisa dihubungi ke email saya diatas.

    Mohon kabarnya ya dan terima kasih banyak atas perhatiannya.

    Salam,
    Imelda

    1. ikut prihatin dg kondidi sepupu Imelda setahu inyong belum ada pusat rehabilitasi khusus untuk paraplegi atau kelumpuhan di Banyumas, namun demikian coba menghubungi Instalasi Rehabilitasi Medis di RSU Banyumas info coba lihat http://www.rsubanyumas.go.id atau menghubungi Instalasi Rehabilitasi medis RS Margono Soekarjo Purwokerto, semoga membantu terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s